Naufal Al Mahrosi, lahir di Ging-Ging Bluto Sumenep Madura. Menamatkan TK sampai MA. di Nurul Huda V, suka menulis sejak MTs. Selain tercatat sebagai Mahasiswa aktif di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan Perbandingan Agama, Juga mendalami dunia tulis menulis di Komunitas Menulis Pinggir Rel (MPR) Yogyakarta.
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil. Tampilkan semua postingan
Efendi nama asli dari Daefen M.N kelahiran Madura menetap di DI. Yogyakarta. Juara 2 Lomba Baca Puisi dalam Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2016 pada hari Minggu, 7 Agustus 2016 yang diselenggarakan oleh Universitas Sanata Dharma. Kini bergiat di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater ESKA dan Komunitas Menulis Pinggir Rel (MPR).
M. Kholil Ramli, lahir di Tembing, Desa Batudinding Kecamatan Gapura Sumenep. Alumni MI. Raudlatul Ulum Banjar Barat (2006), MTs. al-Karimiyyah Beraji (2009), MAN Sumenep (2012). Proses menulis di Yogyakarta semenjak 2012-sekarang dibeberapa Komunitas Sastra: Komunitas Rudal, Rumah Kreasi Jihad, Bengkel GASEBU PMII Pembebasan Uy, Komunitas Menulis Pinggir Rel (MPR). Tercatat sebagai Mahasiswa Filsafat Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Syarif Santava lahir di sumenep 02 Juni 1996. Ia pecinta
sastra. Pernah menjadi anggota KMJ (Kompolan Malem jum’at) sebuah komonitas
sastra yang tumbuh di Desa terperncil. Dan sekararang ia berproses di komonitas MPR (Menulis Pinggir Rel) di yogyakata. Sajak-sajaknya
telah di muat di Indopos.
03.24
Lahir di Madura, 17
juni 1997. Tertulis sebagai peserta (KMJ) Kompoelan Mualam Jum’at di Lengkong
dari tahun 2011-2015. Sekarang sedang
bersila di (MPR) Penulis Pinggir Rel. Karya-karyanya sering terlampir di
beberapa media, seperti Jawa Pos Radar
Madura, Merapi, Minggu Pagi dan buletin kecil lainnya. Sejak
berumur 13 tahun, dia suka menulis cerpen, puisi, humor yang dimotivasi oleh
seorang cewek manis sewaktu duduk di MTs dulu. Kata-kata yang selalu dia ingat.
Saya benar-benar kecewa, “berkarya demi kesenangan, adalah kekanak-kanakan.”
01.22
Fajri Andika lahir di ujung
timur Pulau Madura, 1 Juli 1989. Alumnus Pondok
Pesantren al-Huda II Gapura Timur, Sumenep, Madura dan mantan mahasiswa hampir
DO Sosiologi FISHUM UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta ini menulis puisi, cerpen, esai, dan resensi. Tulisan-tulisannya telah dipublikasikan di Media Indonesia, Suara Pembaruan,
Pikiran Rakyat, Koran Investor, Indo Pos, Minggu Pagi, KR Bisinis, Radar Madura
(Jawa Pos Group), Kabar Madura, Batam Pos, Harian Jogja, Koran Jakarta, Harian
Joglo Semar, Koran Merapi, Kedaulatan Rakyat, Metro Riau, Riau Pos, Bangka Pos, Solo Pos, Medan Bisnis, Radar Surabaya, basabasi.co, dll. Cerpen dan puisinya juga termuat dalam antologi bersama: Bulan
Purnama Majapahit Mojokerto (Dewan Kesenian Jawa Timur, 2010-Puisi), Narasi
Batang Rindu (Pangabasen Publishing, 2009-Puisi), Dialog Tanian Lanjheng
(Majlis Sastra Madura, 2012-Cerpen), Bersepeda ke Bulan (Indo Pos,
2013-Puisi), dll. Kini
ia tengah menyiapkan antologi cerpen pertamanya, Pesan dari Tiang Gantungan. Bergiat di
Komunitas Rudal, dan juga aktif di Komunitas Menulis Pinggir Rel (MPR)
Yogyakarta.
Contact Person :
089677927316
Email :
andikafajri@gmail.com
Imam Nawawi lahir di desa kecil Kasiyan Timur
Puger Jember pada 14 Oktober 1995. Ia senang menulis esai, opini, artikel,
resensi dan kadang menulis cerita pendek. Gaya tuturnya yang sederhana,
membuatnya terlihat seperti orang biasa-biasa saja. Dia adalah orang yang
pendiam. Tidak begitu pandai bercanda. Terlihat serius meski sebenarnya tidak
serius. Dan nampak tak serius saat sedang serius. Membingungkan, bukan? Itulah
Imam Nawawi. Ia pernah menjuari lomba menulis esai nasional 1 kali dan sebentar
lagi akan menerima hadiah kembali dalam lomba karya tulis ilmiah nasional.
Hingga sekarang, ia masih rajin menulis. Ia berusaha keras agar esainya dapat
dimuat di Kompas dan Jawa Pos dalam kurun dekat ini. Mohon doanya.
Maltuf A. Gungsuma (Ahmad Maltup) lahir di sebuah desa paling barat Kota
Sumenep, desa paling sunyi dari pada kesunyian yang paling sunyi tetapi terasa
riuh, Desa Bragung namanya. Alumnus PP. Annuqayah Nirmala, Guluk-guluk, Sumenep. Sekarang sedang kuliah di jurusan Ilmu Perpustakaan
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pernah aktif di Komunitas Kepenulisan Kutub Yogyakarta (2008-2011). Sekarang aktif di Komunitas Menulis Pinggir Rel (MPR) Yogyakarta. Menulis
Resensi Buku, Opini, Cerpen dan Puisi. Tulisan-tulisannya telah dimuat di
berbagai media, baik lokal maupun nasional, seperti Media Indonesia, Investor Daily, Koran Jakarta, Bali Post, Kedaulatan
Rakyat, Merapi, Seputar Indonesia, Harian Jogja, Minggu Pagi, JogloSemar dan Suara Merdeka. Puisinya terkumpul dalam
antologi bersama Merpati Jingga (2007) dan Mazhab Kutub (2010). Sedangkan
cerpennya terkumpul dalam antologi bersama Riwayat
Langgar (2011). Penulis bisa dihubungi lewat Twitter: @Agungsuma.









